Aku adalah anak keempat dari lima bersaudara. Seumur hidupku baru sekali aku melihat dan menunggui orang najak (sakaratul maut) yaitu detik-detik terakhir disisa umur ibuku, kubimbingnya beliau untuk beristigfar dan untuk melakukan tahlil, Subhanaallah .....disitu aku melihat bahwa manusia tidak berdaya dan tidak punya kekuatan apapun menjelang kematiannya dan kita yang mendampinginya harus selalu dan selalu menuntunnya hingga nyawa meregang. Kekayaan, tata dan apapun akan lepas.... yang ada hanyalah amal ibadahnya. Insyaallah ibuku wafat dalam khusnul khotimah karena jenazahnya begitu bercahaya dan wajahnya tersenyum. Bila kuingat masa2 hidup ibuku, begitu besar dan gigihnya beliau membesarkan putra-putrinya seorang diri hingga kelima putranya bisa mendiri, terima kasih ibuku aku akan selalu mendoakanmu disetiap detik dan disetiap waktu. Karena hanya dengan doa anak2mulah yang dapat meringankan dosa2mu, amin.....!!!!
Selasa, 13 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar